Nuansa

tahukah anda tentang nuansa??

Keluh Kesah Manusia 10.07.00

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mngerjakan sholat (QS. Al-Ma'arij:19-22)

Bencana alam yang berkali-kali menimpa bangsa ini tentu menyisakan setumpuk masalah yang harus diselesaikan. Truma akibat bencana, kesedihan karena kehilangan kerabat, harta dan benda, bahkan sampai gangguan jiwa, merupakan hal lajim dijumpai di dalam kehidupan para korban bencana. Memang tidak mudah melalui masa-masa kepedihan pasca bencana. Namun, sesungguhnya selalu ada jalan keluar bagi orang-orang yang sabar.
Tidak Sedikit orang yang frustasi menghadapi gelombang bencana. mereka putus asa, sedih berkepanjangan, dan berkeluh kesah, bahkan mungkin ada yang menganggap bencana sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan. Lalau mereka memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup dengan membunuh diri. Padahal, memilih cara apapun toh bencana telah terjadi. Bersikap sedih, berkeluh kesah, berputus asa, tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. sebagaimana firman Allah:"...sama saja bagi kita, mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri." (QS. Ibrahim:21)
Bencana atau musibah yang menimpa orang-orang beriman adalah bentuk kasih sayang Allah SWT. Baik berupa bencana alam, keterpurukan ekonomi, kecelakaan, dan lain sebagainya. Dengan bencana itulah Allah SWT. Sesungguhnya ingin menegur orang-0rang yang beriman agar memperbaiki keimanan dan ibadahnya. Agar orang-orang yang beriman tidak terjerumus dalam kesesatan. Maka dari itu, selayaknya kita menyikapi bencana tidak dengan berkeluh kesah, apalagi menyalahkan ketentuan Allah.
Harus diakui kebanyakan dari kita senantiasa berkeluh kesah jika menerima cobaan dari Allah. Tidak mengherankan, karena dalam Al-Qur'an Allah sendiri telah berfirman dalam Surat Al-Ma'arij ayat:19-22. Sifat dasar manusia memang selalu berkeluh kesah. Jika kita diberi hujan yang cukup lebat, kita mengeluh karena menimbulkan banjir. Ketika hujan tidak turun dalam waktu yang cukup panjang, kita juga mengeluh karena akan kekeringan. Ketika kita di takdirkan hidup dalam kemiskinan, kita mengeluh ingin kaya. Namun, setelah Allah menganugrahkan kekayaan, kita juga mengeluh karena begitu banyak keinginan yang belum bisa tercapai.
Padahal, sebagai seorang muslim sifat seperti itu tidak perlu ada. Karena dalam ayat tersebut terdapat pengecualian, yaitu orang-orang yang shalat akan terhindar dari sifat keluh kesah itu. Jika shalat sudah di dirikan, namun sifat buruk itu terus melekat, maka hendaklah seorang muslim memperbaiki kekhusyukan dalam shalatnya. Wallahu'alambilsahawab.

dikutip dari majalah hidayah
(imam Tamaim)

0 komentar:

Translate


ShoutMix chat widget